Category Archives: Delapan

Delapan, Web consultant and designer

Image

pamflet

Advertisements

Jogja : Bertemu

Standard

Ntah berapa kali rencana batal, tapi akhirnya hari itu datang juga .. Terkadang kita memang harus lebih bersabar untuk waktu yang tepat.

 

12 Desember 2011

Pool Budiman 18.30

Here we are, Setelah sedikit ‘bimbang’ antara naik kereta dan bus, akhirnya langkah kami berhenti di pool ini, selain karena tidak begitu jauh dari kampus, ‘kataya’ lebih aman pula. (padahal pingin banget naik kereta .. -_-)

 

13 Desember 2011

Kulon Progo Sentolo 04.30

Disalah satu mesjid kita beristirahat untuk shalat shubuh,di daerah Sentolo Kulon Progo (kata papan mesjidnya :D)

Aku amati kota Jogja yang mulai terang, matahari sudah hampir keluar penuh mesti jam masih menunjukkan pukul 05.00.

Beberapa kali aku melewati jalan ini.. berkunjung ke kota ini.. Tapi kini, bukan untuk alasan seperti yang sebelum-sebelumnya.

Kini, akan aku nikmati kota ini dengan cara yang berbeda ..

 

Terminal Giwangan 06.00

Bertemu ..

Lain rasanya ketika aku duduk di salah satu sudut pelataran kampus di jam-jam yang hampir sama di hari kita akan bertemu, meskipun di tempatku, tapi rasanya lebih tenang ketika duduk disini, di salah satu tempat di Terminal Giwangan.

Kali ini aku sedikit merasakan perbedaan menunggu dan ditunggu ..

_______

Makasih banyak buat ka Awan, hari ini banyak merepotkan, dari awal menjemput aku sama kakak, anter keliling-keliling, sampai ikut berdesakkan di Taman Pintar. Tapi sayangnya ka Awan gak mau di photo, kayanya takut masuk berita selebriti .. ckck .. Vn_n

 

14 Desember 2011

Ntah karena aku menikmati perjalanannya.. Ntah karena aku terlalu ‘deg-deg’an sampai sekitar 1 jam perjalanan terasa sangat cepat.

“Bentar lagi sampai..” katanya.

Belum sempat aku ‘menjinakkan’ hatiku, ternyata motor yang kami tumpangi sudah berhenti. Ya, kita sudah sampai..

Sudah beberapa kali aku berkirim pesan dengan Ibu.. Tapi ini kali pertama bertemu,.

Sambutan Ibu diluar dugaanku.,

Memang kita sudah berkenalan sebelumnya lewat pesan.. tapi rasanya begitu dekat,, ibu banyak bercerita .. Akhirnya tak terasa kita mengobrol ngalor ngidur..

Memang .. kalo cewe ketemu cewe itu rame banget ya .. “  ups. Lupa kalo kita di ruangan itu bertiga .. Vn_n

Kabar terakhir yang aku dapat sebelum berangkat, Ibu sakit, tapi Ibu masih sempet masakin banyak.. wah.. wah.. ditambah beberapa tambahan bawaan ketika pulang, lebih banyak dari apa yang tadinya mengisi.

Di perjalanan kembali ke Jogja, kita mampir di toko, toko dimana ayahnya banyak menghabiskan waktu.

Tokonya sedang ramai ketika aku sampai disana, ayahnya terlihat sedang begitu sibuk. Tapi hati aku rasanya ingin melonjak keluar ketika bersalaman dan ayahnya mencuri-curi waktu disela kesibukkan untuk menyapa dan sedikit mengobrol denganku.

Allah.. memang rencana-Mu begitu indah .. ^_^

_____
Hari ini, kita lama tinggalin kakak, hii .. maaf ya .. ^___^

Sebagai penebus bete tunggu lama besok kita jalan-jalan sepegalnya .. 😀

 

15 Desember 2011

Unforgetable : berkeliling monjali, taman sari, dan malioboro dengan satu motor, antar jemput yang melelahkan(mu) .. 😀

______

Detik-detik menuju jam 5, hampir putus asa. Tapi akhirnya ada Mbak Ratri yang menjadi pahlawan kita hari ini.. makasih banyak ya mbak.. ^_^

 

Jika harapan tanpa langkah..

Harapan akan hanya menjadi sebuah mimpi yang hilang ketika terbangun,

Maka jangan ragu untuk melangkah ..

Dan harus kita pastikan,

Langkah kita, bukan langkah tanpa arah ..

 

Ini satu langkah baru di cerita kita ..

Semoga setiap langkah kita, langkah menuju pada-Nya.

 

Makasih banyak :

Especially buat kakak aku .. yang udah anter dan temenin selama disana.. maaf yaa.. repotin .. 😀

Buat Mira, makasih banyak kamarnya,. Ditunggu main ke bandung .. ^____^

Buat Ka awan, yang juga sangat direpotkan di banyak waktu ..

Buat Mbak Ratri, makasih mbak, aku ngga tau dengan kecepatan berapa kita sampe Giwangan, tapi luar biasa cepet banget, 😀

Buat K awan, K Arfan, Mbak Etik, Mbak Ratri, Mas Arif, K Rizal, dan Aufa .. salam kenal ya .. 🙂

Buat Amel, Sallsa, Yuli dan kawan-kawan lain yang maaf kalo ngga aku kesebutin namanya udah banyak aku repotin .. Makasih banyakk.. ^_^

delapan12

Standard

Sore ini cerah banget, tadi merapinya kelihatan jelas banget, kaya sebuah lukisan, guuede banget .. 😀

 

Aku tengok keluar jendela, disini hujan deres, deres banget, beserta angin ribut dan petir, dengar kan tadi suara petirnya ? 😀

Meskipun senja kita berbeda, tapi tetap saja, tujuan satu, adalah menjemput malam.

Di satu waktu, kamu menjadi senja yang cantik, seperti senja mu hari ini.. Sementara aku sedang menjelma menjadi angin ribut. Dan pernah di waktu lain sebaliknya..
Apakah pernah mengubah tujuan kita? Aku harap sama seperti tujuan senja, satu, menjemput semua harapan .. 🙂

Selamat tanggal 8 .. ^_^

Hati-hati Bawa Hati :)

Standard

Hati-hati Bawa Hati

 

Aduh,

susahnya punya hati

letaknya tersembunyi

tapi geraknya tampak sekali

(he hemm, malu juga diri ini)

 

Makanya,

lebih baik punya istri

kalau tersenyum ada yang menanggapi

kalau berekspresi ada yang memahami

sikapnya lembut tak bikin keki

kadang malah memuji

 

“Tuhan tak pernah ingkar janji,

kalau terus menjaga diri

akan mendapat pendamping yang lurus hati.”

 

Tapi kalau masih sendiri

hati-hati bawa hati

kalau sibuk mencari perhatian,

kapan kamu mengenal gadis yang bisa menjaga pandangan?

bagusnya sibuk menyiapkan perbekalan

(maunya sih kutulis memperbaiki iman)

tanpa susah-susah membayangkan

saat-saat tak terbayangkan

 

Adapun kalau sudah beristri

jangan lupa mengingatkan

kalau ada yang dilalaikan

tentang perkara yang disyari’atkan

tapi kalau ia memelihara kewajiban

ingat-ingatlah untuk memberi perhatian

jangan menunggu dapat peringatan

 

Karangmalang, 1 Maret 1997

 

Source :

Judul Buku  : Kupinang Engkau dengan Hamdalah

Penulis        : Mohammad Fauzil Adhim

Bandung, 10-15 September 2011 : Bertemu .. :)

Standard

Menatap jalanan, menanti bus yang tak juga datang .. berkali-kali ada sebuah bus berhenti berkali kali itu juga aku berdiri menyipitkan mata untuk melihat jelas siapa yang baru turun dari kendaraan itu. Tapi sampai bus terkahir yang menepi bukan kamu yang turun, bukan yang sedang aku tunggu..

Aku alihkan pandanganku kesebelah kiri, tiba-tiba saja kamu sudah berdiri meskipun masih jauh dari tempat aku duduk. “bagaimana ini.. bagaimana ini” seru hatiku. Lalu dengan cepat aku berjalan menghampirimu.

“ko busnya gak lewat sih? Naik bus yang mana? Ko smsnya gak dibales? Jalan kaki tadi sampe sini?”

Sepertinya kamu tidak menangkap rentetan pertanyaanku tadi. Atau mungkin bingung karena terlalu banyaknya pertanyaanku.:D

Sudahlah sebenarnya aku pun tak begitu membutuhkan jawabannya. Kamu sudah disini. Dan aku sudah terlalu gugup sehingga pertanyaan itulah yang mewakili kegugupanku.

Masih dengan kegugupan yang sama, beberapa kali aku bertanya padamu di kos ku.

“Mau apa dulu? Mau mandi sekarang? Sekarang mau kemana?”

“Bentar dulu, istirahat dulu.. “ katamu. Iya aku tau itu jawabannya, kamu butuh istirahat dulu sekarang, pertanyaan-pertanyaanku hanyalah menutupi kegugupanku..

“boleh minta minum” katamu lagi.

Jlep..malu ..  “kenapa aku bisa lupa” teriakku dalam hati..

“he.. iya bentar ya aku ambilin dlu.. “ sambil berjalan aku terus merutuki ‘aku’ kenapa bisa lupa. Ckckck

Dan hari ini berjalan seperti pertama kali kita bertemu. 😀

Aku hanya ingin kamu ada disini, ketika hari ini. Ntahlah tidak ada yang spesial yang akan terjadi hari itu mungkin, tapi aku hanya ingin kamu disini.

Itu harapanku ketika kamu belum datang kesini.

07.00 a.m. belum ada tanda-tanda kk bangun

08.00 a.m belum ada tanda-tanda juga kk bangun

08.30 a.m “kk baru bangun tidur”

Tidak berapa lama, kamu sudah menelpon berada di depan pintu. “wah cepet banget mandi tambah jalannya.” Fikirku.

Kembali aku rentetan pertanyaan..

“Tadi jalan kaki kesini? Ko cepet banget? Mandi dulu gak?”

“tar dulu ya .. “ kamu tersenyum dan mengatur nafas.

Rasanya ikut capek juga melihatnya. Aku terdiam..

Tiba-tiba saja kamu menyodorkan sebuah boneka didepan wajahku. refleks langsung aku ‘rebut’ 😀

Makasih banyak.. untuk kejutan hari ini,, jalan-jalan hari ini.. doa dan harapan.. kehadiran kamu disini.. 🙂

Matahari sudah mulai pergi, kamu masih menunggu disebrang jalan.. terburu-buru aku melangkahkan kaki, dan menemui wajahmu yang sepertinya sudah lelah.. tapi kamu tetap sabar menunggu sampai selesei kuliahku..

Kamu tau hari ini aku benar-benar ingin menangis.. kegelapan malam, menyembunyikan tetesan yang memaksa terus ingin keluar ..

“kenapa?” tanyamu..

“gak kenapa-napa, cuman capek.” Jawabku..

Bukan, bukan itu.. ingin aku katakan aku senang kamu sudah menemani sepanjang hari, sudah begitu sabar menungguku ..

Terimakasih (lagi) untuk ini .. 🙂

Kamu bertanya, “apa yang kamu sukai selama kita bertemu?”

“obrolan kita diperjalanan pulang dari  rumahku.”

Beberapa kali kamu melihatku menangis. Termasuk diperjalanan pulang ini.. aku tak banyak berkata, karena setiap ingin berkata setiap itu pula gagal menahan tangis.

 

Kamu ingat yang terjadi disore terakhir?

Tiba-tiba saja kamu diam..

“kenapa?” bertanya-tanya dalam hati.

“keluar yuk?” baru kali ini aku melihatmu dengan wajah sedingin ini. Kenapa.. kenapa..aku bertanya-tanya. Adakah yang salah dariku?

Aku hanya menuruti ketika kamu meminta untuk keluar. Berjalan disampingmu, sesekali melihat raut mukamu yang sepertinya sedang kesal.

“Kenapa?”

“syifa kenapa?”

Aku tak bertanya lagi, takut membuat mu semakin kesal.

Setelah kembali, barulah kamu mengatakan alasanmu.

Aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Kecewa karena rencanaku mengantarmu sampai kereta mungkin batal.  Meskipun aku tau kemungkinan itu sedikit, aku tak bisa menahan lagi kesedihanku ketika kamu meminta aku untuk tidak mengantar.

Akhirnya.. kamu harus kembali ..

Tangisanku bukan untuk memberatkanmu pergi ..

Bukan untuk membuatmu bersedih dan membuatmu khawatir..

Aku ingin tetap tersenyum agar kamu yakin aku akan baik-baik saja disini..

Tapi ternyata hanya airmata yang mengantar kamu kembali..

Pertemuan kali ini.. Aku lebih banyak mengenalmu..

Merasa lebih dekat denganmu ..

Terimakasih untuk 6 hari yang menyenangkan ..

Aku akan sangat merindukanmu..

 

Bandung, 11-15 September 2011

Inilah ceritaku ..

Standard

Inilah ceritaku ..

malam itu .. aku tutup telpon ,, setelah mengakhiri perbincangan ngalor-ngidul berjam-jam lamanya..

sebelumnya, aku katakan .. ‘aku ngga suka telpon lama-lama, apa coba yang mau diobrolin’
tapi, dia tetap nekat telpon ..

pondok assyifa, 03 juni 2011
sakit perut melanda, itulah yang terjadi jika jantungku tidak teratur degupannya..
sebenarnya jam 10.48 itu aku masih membuka pesan itu ,, tepatnya terbangun lagi dan susah tidur kembali ..
aku baca berulang-ulang, mengambil wudhu dan mencoba menenangkan hati ..

bukankah mengambil keputusan ketika terlalu senang atau terlalu sedih itu lebih baik ditunda ..?
ya .. aku rasa aku harus melakukan itu..
aku simpan kembali ,, dan mencoba untuk memejamkan mata ..

esoknya aku masih tak tau apa yang akan aku tulis di lembar kosong layar hp ku..
waktu itu aku rasa berat untuk memutuskan ya atau tidak ..
aku belum mengenalnya,, dan aku yakin dia pun begitu
kita hanya terhubung, karena facebo*k, teman dari teman kami berteman 😀

tapi aku rasa aku harus memberikan jawaban yang tidak membuatnya menunggu sesuatu yang tidak pasti..
meskipun aku tidak menjawab bagaimana perasaanku saat itu ..
bismillah ,, aku kirim jawaban ku ..
semoga itu tidak membuat dia menilai lebih jelek atau lebih baik padaku .. harapan pagi itu ..

waktu-waktu selanjutnya kita habiskan dengan pertanyaan-pertanyaan a la wartawan-aku menyebutnya.. 😀
karena disana kita saling bertukar pertanyaan mengintrogasi pribadi masing-masing ..
jangan bayangkan introgasi polisi terhdapat tahanan .. 😀
nyaman .. ak bercerita .. aku ingin menceritakan semuanya .. semua yang terjadi padaku ..

5 hari aku berfikir dan beristikharah .. smga kemantapan hatiku kali ini bukan karena perasaan yang berlebihan atau suasana yang membuat aku menjadi lebih mementingkan ego ..
aku yakin ..

8 juni 2011
aku tak bisa bayangkan bagaimana ekspresinya ketika membaca sms aku di pagi hari rabu ..
kagetkah?
terlambatkah?
setidaknya aku lega telah memberikan jawaban yang aku rasa aku pun tak mampu untuk menyimpannya ..

(tau kah kamu, tadinya ak ngga mau buka dulu blsn sms, ak takut, tapi akan lebih menenangkan lagi ketika ak tau bagaimana hati mu skrg)

ternyata dia masih menunggu jawabannya, dan aku lega tak terlambat mengatakannya ..:)
______________________________________________________________
18 juni 2011
aku telah menceritakan bagian ini, di tulisan ku sebelumnya ..
tapi boleh kah aku ceritakan lagi ?
semoga siapapun anda tidak bosan membacanya ..

iya hari itu , kita peratama kali bertemu ..

ketika sebelumnya kamu mengatakan,
‘jangan kaget ya kalo ketemu kk,.’
tapi aku bingung harus menjawab apa ..
karena ak tak pernah memabayangkan wajah mana yang akan ku temui ..
aku hanya meyakini, bahwa aku akan menemui hati yang telah aku percaya,.

sampai akhirnya dia berkenalan dengan orang tuaku ..
aku harus lakukan ini..
bukan ingin terburu-buru mengambil keputusan,,
tapi inilah langkah awal yang aku yakini benar ..

inilah komitemen yang aku buat terhadap diriku sndiri ,.
untuk berhenti mencari ,,
meyakini.. dan mencari keridhaan..
insyallah 🙂

______________________________________________________________
(yang blm ak jawab langsung ketika kamu menanyakannya)
jika kamu bertanya, hal apa yang paling mengesankan..
maka aku seharusnya ak jawab ,,
sms pertama yang kamu kirimkan padaku ..
mungkin kamu telah lupa sms apa yang pertama kamu kirimkan ..
tapi aku masih menyimpannya, dan aku telah kirim ulang 😀
indah ,, jawabku waktu itu ..
kata-kata perkenalan yang mengesankan ..
bukan basa-basi biasa ..