#Curhat

Standard

-Kecewa ada, karena adanya harapan-

Malam ini, di dapur.

Lapeer. Kata mamah nasi masih ada, tapi semua temen nasi udah habis, mau ngga mau harus masak sendiri.

Karena udah terlanjur (sangat) laper, bikin telor dadar aja yang gampang.

Semangat iris-iris cabe, iris-iris tomat, iris-iris bawang daun. Goreng.

Keluarin kecap. Siapin Kerupuk. Kalo sama telor dadar aku paling suka nasi duluan, terus telor di atasnya, pokoknya ketutupin telor, dipakein kecap. Hmmm. Udah kebayang banget.

Sebelum telor bener-bener mateng, aku mau ambil nasi. Pas buka ricecooker, daan ZONK!!!

Nasinya udah habis.

Rasa hati tidak terdeskripisikan oleh rasa manapun. -_-

Seringkali aku merencanakan ini,ini, ini dan ini, tidak jarang kecewa karena seringkali terganggu oleh banyak faktor. Pada intinya, memanglah kita hanya boleh berharap dan menyerahkan segala urusan padaNya, bukan pada hal apapun, bahkan sepiring nasi sekali pun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s