Dilema Nilai

Standard

Semester ini IP seperti terjun bebas, mendarat di lahan penuh batu. Amazing rasanya. Tercekat di leher.

Fiuuh .. Aku harus belajar lagi.”

Siang tadi satu nilai menakjubkan keluar. Sudah telat keluar, pas keluar, luar biasa mengecewakan mengagetkan banyak mahasiswa.  Dari 42 mahasiswa ada 13 dapat nilai D, selebih nya C, beberapa B, dan hanya 4 A.

Mata kuliah ini, di dosen-i oleh dosen yang juga mengajar di semester lalu, dan nilainya pun sama mengenaskannya menakjubkannya. Mahasiswa merasa dirugikan.

Ntahlah, apa modus dibalik hancurnya nilai mata kuliah ini.

Disini ada beberapa kemungkinan, Guru (baca: dosen) yang objektif sehingga memberikan nilai ‘sepantasnya’ sesuai kemampuan mahasiswa, dan mahasiswa tidak cukup tau diri ketika melihat nilainya hancur, protes, padahal memang begitulah hasilnya.

Kemungkinan lain, sang guru terlalu ‘berselera tinggi’ dan merasa tidak puas dengan jawaban mahasiswa yang pas-pasan menurutnya. Sehingga nilai merah, dan mahasiswa marah.

Kemungkinan lain lagi, nilainya itung kancing. (Kalo ini mahasiswa patut menutut)

Atau ada kemungkinan-kemungkinan lainnya yang mungkin menjadi latar belakang masalah hancurnya nilai matakuliah yang satu ini.

Sekarang lupakan sejenak tentang hancurnya nilai, setidaknya ilmunya yang kita dapat dari matakuliah itu tidak terkurangi karena nilainya jelek kan ?🙂

Dari masalah di atas, jelas betul yang menjadi masalah adalah nilai. Tepatnya angka. 4 untuk A, 3 untuk B, 2 untuk C dan seterusnya. Murid dituntut untuk mendapatkan angka yang sempurna dan guru harus seobjektif mungkin menilai kemampuan murid. Itu seharusnya, tapi bagaimana kenyataanya?

Banyak guru yang memberi nilai bagus, hanya karena ingin muridnya lulus. Tanpa peduli dengan kemampuan murid sebenarnya.

Kalau kata dosen pembimbing bahtsul kutuk saya, “Secara tidak langsung, dosen itu membodohkan mahasiswa, memberikan nilai tidak sesuai kemampuan.”

Sayang sekali bukan kalau kita hanya mendapatkan nilai fiktif?

Tapi bagaimana jika kita sudah berusaha semaksimal mungkin, belajar jungkir balik, mengerjakan tugas, melaksanakan ujian, tapi tetap saja nilainya hancur?

Fiuuh.. Mungkin kita harus lebih berusaha lagi.”

Ada rahasia, dibalik rahasia ..😀

Apapun angka yang kita dapat, jika prosesnya baik, insyaalah barokah, tidak ada yang tidak bermanfaat dari kebaikan ..🙂

Kita balik lagi ke masalah hancurnya nilai, jika memang nilai yang kita dapat sesuai dengan kemampuan kita, kita patut bersyukur, masih ada dosen yang jujur dan berani menyadarkan kemampuan kita.

Jika memang nilai yang kita dapat tidak sesuai dengan kemampuan kita, semoga masih ada jalan memperbaikinya. Semoga Allah menunjukkan jalannya, jangan lupa berusaha..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s