Apa Alasanmu?

Standard

Tadi sepulang dari kampus, dan menuju perjalan ke rumah aku se-angkot dengan 3 remaja berseragam putih abu, tetapi sepertinya mereka masih baru masuk SMA, hanya itu saja yang pertama aku lihat ketika memasuki angkot. Ada aku dan temanku, dan mereka bertiga di angkot itu.. mereka yang mendominasi suara di sana, menceritakan bagaimana pertama kali mereka masuk SMA.

 

Seorang gadis yang duduknya paling pojok bercerita,

“Pas aku daftar masuk kan gak pake jilbab, terus bagian Administrasinya nanya, kamu dari sekolah mana? Trus aku jawab, dari —- (sekolah yang memang berbasis Islam di Bandung), loh ko ngga pake jilbab? Hmm.. aku cuman nyengir aja. Padahal kan kalo sekolah aku pake jilbab ko.” (dia bercerita tanpa beban, dan memang pada waktu itu dia juga memakai jilbab)

 

Lalu dia bertanya pada teman didepannya yang duduknya disamping aku, “kamu, kenapa pake jilbab? Kan pas SMP kamu ngga pake” (sepertinya mereka berlainan sekolah pikirku)

 

Temannya menjawab, “Ya pingin aja, kan lagi musim kerudung kaya gini” (refleks aku menoleh ke asal suara disebelahku penasaran model kerudung apa yang dia pakai -memang dari tadi aku menyimak dengan memandang keluar jendela, seperti biasa aku lakukan ketika diperjalanan, tapi suara-suara mereka memang terdengar jelas sehingga mau tidak mau semua akan menyimak, kecuali yang ngelamun :D- ternyata ketiga remaja itu memakai kerudung yang memang lagi musim, kerudung model Arab orang banyak menamainya)

 

Teman yang satunya lagi yang duduk disebrang aku, ikut menimpali, “Kalo aku sih udah disuruh dari dulu pake jilbab, jadi ya aku ngga suka lepas..,”

 

Mungkin sebenarnya masih banyak yang bakalan mereka perbincangkan tapi, tempat yang mereka tuju, sebentar lagi sudah akan dilewati. Lalu mereka bersiap dan saling mengingatkan, setelah itu keluar, dan hanya tinggal aku dan temanku.

 

Sebelumnya, maaf ya aku udah menyimak pembincaraan kalian,😀

 

Tapi aku pun jadi bertanya juga .. “apa alasanku memakai jilbab?”

 

Karena Allah memerintahkan untuk berjilbab kah, ikhlaskah kita berjilbab, atau terpaksa, atau terbiasa atau bahkan hanya trend?

 

Memang aku pun awalnya terbiasa memakai jilbab sejak kecil, apakah itu hanya suatu kebiasaan yang sewaktu-waktu bisa berubah atau kah suatu komitmen yang sudah aku tanamkan dan harus benar-benar aku dijaga?

 

Insyaallah aku tak menyesali sedikitpun aku memakai jilbab, meskipun terkadang masih tidak memenuhi kriteria jilbab yang syar’i. Tapi aku selalu berusaha untuk terus menjaga dan terus meningkatkannya. Ya Allah istiqomahkan dan bimbing terus hatiku ..

 

Aku pernah mendengar, seseorang berkata, “Buat apa pakai jilbab, toh perbuatannya aja belum pantes buat dijilbab ko, jilbabi dulu hatinya, baru kepalanya.”

 

Hmm. Aku sedikit tersentak dengan argumen ini, memang .. ketika jilbab sudah menjadi budaya bahkan menjadi sebuah trend, dia kehilangan identitas aslinya, kehilangan fungsi aslinya. Dia berjilbab, tapi akhlaknya sama saja dengan yang tidak berjilbab, atau bahkan lebih parah.

 

Jangan men-judge sesuatu dilihat dari tampak luarnya, tapi tampak luar adalah sedikitnya bisa menggambarkan apa yang didalamnya. Ketika kita sudah berjilbab, setidaknya kita dapat mencegah hal-hal negatif yang disebabkan oleh ke-tidak berjilbab-an. Dan alangkah baiknya ketika kita juga dapat menjaga akhlak kita agar tidak menodai jilbab kita.

Allah memerintahkan wanita memakai jilbab, bukan tidak berfungsi apa-apa. Tiadalah yang sia-sia atas semua perintahNya. Allah telah menegaskan di dalam ayatnya :

 

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab:59)

 

Katakanlah kepada wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepad suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau puter-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan, janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An-nur:31)

 

Apa alasanmu untuk berjilbab ?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s