Weekend : Bersama Mbak Asma

Standard

Kemarin masih bimbang antara ikut atau ngga bedah bukunya Mbak Asma, Jilbab Traveler. Bukunya aja ngga punya,.😀
Tapi setelah berbagai pertimbangan, terutama aku ngerasa aku selalu tertarik dengan ‘traveller’..
Dan..akhirnya..

Here we are ..

Aku dan dua orang teman sekalas, juga dua orang adik tingkat yang baru kenal barusan, meluncur ke kampus tetangga. Sebernya aku ngga terlalu mengenal Mbak Asma, maksudnya kenal karya-karyanya dan sebagainya. Tapi dulu aku selalu baca novel-novelnya, dari mulai Aisyah Putri yang paling pertama .. Aku merasa cukup penasaran bertemu lansung dengan Mbak Asma yang punya nama lengkap Asmarani Rosalba ini, lagi-lagi alasan utamanya adalah bukunya ‘Jilbab Traveler’ yang narik-narik hati aku .😀

Setelah berkeliling-keliling mencari alamat, akhirnya sampe juga di tempat yang dimaksud. Masih jam 8 kurang, katanya acaranya mulai jam 8. Menunggu di dalam aula, kebetulan ada teteh-teteh yang ternyata dari UIN juga, dia punya buku Jilbab Travelernya, alhasil waktu menunggu aku nebeng baca bukunya deh .😀

Sekitar jam 9 acara dimulai. Pertama aku lihat Mbak Asma, komentar pertama dibenakku :
“Waah, ini ya Mbak Asma , sederhana sekali.”

Dan seorang temanku berkomentar juga.
“Sederhana sekali ya, tapi cantik banget..”

Iya aku setuju, terlebih ketika Mbak Asma berbicara rasanya ada yang menarik-narik untuk tetap menatap. haa.. lebay. Tapi memang begitu.😀

Setelah menjelaskan tentang profilnya, mbak Asma mulai ‘membedah’ bukunya.
Semua cerita dikeluarkan. Cara penyampaiannya yang ceria dan bersemangat tapi lembut, bikin kita, peserta, seperti dikasih suntikan semacam penghilang ngantuk dan penyegar wajah.😀

Selain Mbak Asma, ada Teh Almira (Mahasiswi FK Unpad) yang punya pengalaman banyak untuk traveler.  Teh Almira berbagi cerita, cerita tentang perjalanannya, tips-tipsnya, tentang prepare, sampei persiapan sedetail mungkin.

Waah, bermanfaat banget deh Mbak.😀
Dan ternyata di bukunya mbak Asma itu juga dikasih tips-tips dan berbagai saran yang insyaallah berguna untuk kita, para cewe yang seneng dengan traveler, dan berniat, berkeinginan, bermimpi untuk keliling dunia.

Yuk di baca bukunya ..🙂

Selain itu, mbak asma juga sedikit membedah satu buku karya Isa Alamsyah, yang tidak lain adalah suami Mbak Asma. No Excuse.

Setelah acara selesei, aku sedikit mengobrol dengan mbak Asma tentang buku ini,
Apa sih motivasi suami mbak nulis buku ini ?

“Karena orang Indonesia sering mencari alasan untuk segala sesuatu yang dirasanya sulit, kaya mahasiswa aja, nilai jelek, alasannya kamarnya ngga nyaman, dosennya pelit nilai, waah padahal itu hanya excuse. Memang sih di dalam buku ini, lebih ditekankan untuk laki-laki. Kalo adek punya abang atau suami, misalnya nih lagi ngdrop motivasinya, coba deh dikasih buku ini. Tapi ngga masalah buat cewe juga, biar bisa kasih masukan.”

Aku tertarik dengan satu quotes di buku ini, yang tertera besar di cover depan bukunya.

Orang gagal mencari-cari alasan untuk berhenti

Orang sukses berhenti mencari-cari alasan

 

Alhamdulilllah, semoga semangat hari ini, bisa menjadi penyemangat di hari-hari yang lain .. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s