Bandung, 10-15 September 2011 : Bertemu .. :)

Standard

Menatap jalanan, menanti bus yang tak juga datang .. berkali-kali ada sebuah bus berhenti berkali kali itu juga aku berdiri menyipitkan mata untuk melihat jelas siapa yang baru turun dari kendaraan itu. Tapi sampai bus terkahir yang menepi bukan kamu yang turun, bukan yang sedang aku tunggu..

Aku alihkan pandanganku kesebelah kiri, tiba-tiba saja kamu sudah berdiri meskipun masih jauh dari tempat aku duduk. “bagaimana ini.. bagaimana ini” seru hatiku. Lalu dengan cepat aku berjalan menghampirimu.

“ko busnya gak lewat sih? Naik bus yang mana? Ko smsnya gak dibales? Jalan kaki tadi sampe sini?”

Sepertinya kamu tidak menangkap rentetan pertanyaanku tadi. Atau mungkin bingung karena terlalu banyaknya pertanyaanku.:D

Sudahlah sebenarnya aku pun tak begitu membutuhkan jawabannya. Kamu sudah disini. Dan aku sudah terlalu gugup sehingga pertanyaan itulah yang mewakili kegugupanku.

Masih dengan kegugupan yang sama, beberapa kali aku bertanya padamu di kos ku.

“Mau apa dulu? Mau mandi sekarang? Sekarang mau kemana?”

“Bentar dulu, istirahat dulu.. “ katamu. Iya aku tau itu jawabannya, kamu butuh istirahat dulu sekarang, pertanyaan-pertanyaanku hanyalah menutupi kegugupanku..

“boleh minta minum” katamu lagi.

Jlep..malu ..  “kenapa aku bisa lupa” teriakku dalam hati..

“he.. iya bentar ya aku ambilin dlu.. “ sambil berjalan aku terus merutuki ‘aku’ kenapa bisa lupa. Ckckck

Dan hari ini berjalan seperti pertama kali kita bertemu.😀

Aku hanya ingin kamu ada disini, ketika hari ini. Ntahlah tidak ada yang spesial yang akan terjadi hari itu mungkin, tapi aku hanya ingin kamu disini.

Itu harapanku ketika kamu belum datang kesini.

07.00 a.m. belum ada tanda-tanda kk bangun

08.00 a.m belum ada tanda-tanda juga kk bangun

08.30 a.m “kk baru bangun tidur”

Tidak berapa lama, kamu sudah menelpon berada di depan pintu. “wah cepet banget mandi tambah jalannya.” Fikirku.

Kembali aku rentetan pertanyaan..

“Tadi jalan kaki kesini? Ko cepet banget? Mandi dulu gak?”

“tar dulu ya .. “ kamu tersenyum dan mengatur nafas.

Rasanya ikut capek juga melihatnya. Aku terdiam..

Tiba-tiba saja kamu menyodorkan sebuah boneka didepan wajahku. refleks langsung aku ‘rebut’😀

Makasih banyak.. untuk kejutan hari ini,, jalan-jalan hari ini.. doa dan harapan.. kehadiran kamu disini..🙂

Matahari sudah mulai pergi, kamu masih menunggu disebrang jalan.. terburu-buru aku melangkahkan kaki, dan menemui wajahmu yang sepertinya sudah lelah.. tapi kamu tetap sabar menunggu sampai selesei kuliahku..

Kamu tau hari ini aku benar-benar ingin menangis.. kegelapan malam, menyembunyikan tetesan yang memaksa terus ingin keluar ..

“kenapa?” tanyamu..

“gak kenapa-napa, cuman capek.” Jawabku..

Bukan, bukan itu.. ingin aku katakan aku senang kamu sudah menemani sepanjang hari, sudah begitu sabar menungguku ..

Terimakasih (lagi) untuk ini ..🙂

Kamu bertanya, “apa yang kamu sukai selama kita bertemu?”

“obrolan kita diperjalanan pulang dari  rumahku.”

Beberapa kali kamu melihatku menangis. Termasuk diperjalanan pulang ini.. aku tak banyak berkata, karena setiap ingin berkata setiap itu pula gagal menahan tangis.

 

Kamu ingat yang terjadi disore terakhir?

Tiba-tiba saja kamu diam..

“kenapa?” bertanya-tanya dalam hati.

“keluar yuk?” baru kali ini aku melihatmu dengan wajah sedingin ini. Kenapa.. kenapa..aku bertanya-tanya. Adakah yang salah dariku?

Aku hanya menuruti ketika kamu meminta untuk keluar. Berjalan disampingmu, sesekali melihat raut mukamu yang sepertinya sedang kesal.

“Kenapa?”

“syifa kenapa?”

Aku tak bertanya lagi, takut membuat mu semakin kesal.

Setelah kembali, barulah kamu mengatakan alasanmu.

Aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Kecewa karena rencanaku mengantarmu sampai kereta mungkin batal.  Meskipun aku tau kemungkinan itu sedikit, aku tak bisa menahan lagi kesedihanku ketika kamu meminta aku untuk tidak mengantar.

Akhirnya.. kamu harus kembali ..

Tangisanku bukan untuk memberatkanmu pergi ..

Bukan untuk membuatmu bersedih dan membuatmu khawatir..

Aku ingin tetap tersenyum agar kamu yakin aku akan baik-baik saja disini..

Tapi ternyata hanya airmata yang mengantar kamu kembali..

Pertemuan kali ini.. Aku lebih banyak mengenalmu..

Merasa lebih dekat denganmu ..

Terimakasih untuk 6 hari yang menyenangkan ..

Aku akan sangat merindukanmu..

 

Bandung, 11-15 September 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s