Delapan=Present :)

Standard

Bandung, 8 Oktober 2011

Bercerita ini dan itu, ini.. ini dan itu..

Semuaya tak terlewatkan..

Terkadang .. Menatap jauh kedepan untuk mendapatkan kekuatan dan harapan ..

Juga .. Terkadang ..

Menengok apa yang telah tertinggal dibelakang untuk menemukan pelajaran ..

Dua penekanan agar terjadi keseimbangan dimasa sekarang ..

-delapan-

 

Masa lalu dan masa depan, dua hal yang sering diresahkan sehingga hanya terdiam dan tak menghasilkan apa-apa. Menjadi ‘resah’ karena kedua hal itu seharusnya menjadi suntikan kekuatan agar kita melakukan yang terbaik sekarang.

Sebuah legenda tua menggambarkan tiga orang yang membawa dua karung, yang satu terikat di depan pada lehernya, yang satu dipunggungnya.

Ketika pria pertama ditanya apa yang ada di dalam karungnya, dia berkata :

“Dalam karung di punggung saya ada segala hal baik yang telah dilakukan teman-teman dan keluarga saya. Dengan begitu mereka tersembunyi dari pandangan saya. Di karung depan saya adalah  segala hal buruk yang pernah menimpa saya dan seluruh kesalahan yang pernah saya lakukan. Setiap saat saya berhenti, membuka karung yang didepan, mengeluarkan isinya, mengamatinya dan memikirkannya.”

Karena dia begitu sering berhenti dan memusatkan perhatian dan pikirannya pada hal-hal buruk itu, dia bergerak sangat lamban dan sangat sedikit membuat kemajuan dalam hidupnya.

Ketika orang kedua ditanya tentang karung-karungnya, dia menjawab :

“Di karung depan adalah segala hal baik yang pernah saya alami. Saya senang melihatnya, jadi cukup sering saya mengeluarkannya untuk menunjukkan kepada orang-orang dan mengingat-ngingatnya. Karung belakang? Saya menyimpan seluruh kesalahan saya dan penyesalan saya, dan membawanya sepanjang waktu. Sungguh sangat berat. Ini membuat saya lambat bergerak tetapi untuk alasan tertentu saya tidak bisa melepaskannya.”

Ketika orang ketiga ditanya tentang karung-karungnya, dia menjawab :

“Karung didepan adalah untuk menyimpan seluruh kebaikan yang saya terima, dan segala hal hebat yang pernah dilakukan orang lain untuk saya. Bobotnya tidak menjadi masalah. Justru itu membuat saya bergerak maju. Karung dibelakang saya kosong. Tidak ada isinya. Saya membuat lubang yang besar di dasar karung itu dan menaruh disana segala penyesalan dan kesalahan yang pernah saya buat. Begitu masuk ke dalam mereka langsung keluar lagi, jadi saya tidak membawa-bawa tambahan sama sekali, tentunya setelah mengambil manafaat dan pelajaran dari kesalahan dan penyesalan itu.”

Menjadi orang keberapakah kita?

Dengan tidak membawa beban di masa lalu maka dengan leluasa kita dapat bergerak menuju masa depan. Jauh menatap ke depan memberikan kekuatan ketika kita sudah mulai merasa lelah.

Masa lalu memberikan pelajaran dan masa depan memberikan harapan. Dua penekanan agar terjadi keseimbangan di masa sekarang.

Sekarang (present) adalah sebenar-benarnya waktu yang kita miliki. Dia adalah hadiah, adalah kado, adalah mempersembahkan, adalah mempertunjukkan. That’s why it’s called present.

 

Masa lalu sudah berlalu.. masa depan masih harapan ..

Maka berikan dan lakukan yang terbaik sekarang juga..!!:)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s